Jumat, 13 Februari 2026

Cah Kangkung Burung Puyuh Ala Kebunku.


A. Bahan & Alat

1. Bahan utama : 

kangkung 200gram hasil dari kebunku

2. Bahan pendukung 

1.  Bawang merah 2 siung

2.  Bawang putih 2

3. Telur puyuh 10 butir

4. Minyak goreng 2 sdm 

5. Cabe keriting 1 buah 

6. Air 50-100 ml 

3. Bahan bumbu

1. 1/4 sdt penyedap rasa
2. 1 sdm saos tiram 
3. 1/2 sdt garam

4. Alat yang di butuhkan saat memasak. 

1. Panci
2. Spatula 
3. Pisau dan talenan
4. Mangkuk kecil
5. Piring saji
6. Kompor

B. Lanngkah-langkah pembuatan

1. Rebus telur puyuh. 
Sebelum memasak kangkungnya cuci telur puyuh dan rebus selama 5 menit. 

2. Kupas kulit telur burung puyuh
Setelah di rebus selama 5 menit, tunggu air sampai dingin lalu kupas kulitnya. 

3. Cuci dan potong kangkung. 
Sehabis itu potong kangkung menjadi beberapa bagian dan cuci bersih kangkungnya. 

4. Potong bawang merah, bawang putih dan cabe keriting 
Lalu kupas kulit bawang merah dan bawang putih dan cuci bersih bersama cabe keriting. Setelah itu siapkan talenan lalu cincang bawang merah dan bawang putih hingga halus, lalu potong cabe keriting secara miring jangan terlalu besar dan terlalu kecil.   

5. Siapkan kompor dan panaskan panci
Selanjutnya siapkan kompor dan panci setelah itu masukkan minyak, nyalakan kompor dan tunggu beberapa detik supaya minyaknya panas.

6. Tumis bawang dan cabai
Setelah minyaknya panas tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, setelah harum masukkan cabai keriting dan tumis kembali. 

7.  Masak kangkung dan telur burung puyuh
Sehabis itu masukkan kangkung yang tadi telah di cuci bersih dan air 50-100ml, tumis hingga kangkung layu dan tampilannya menjadi lebih sedikit. Setelah itu masukkan telur burung puyuh yang tadi sudah di kupas dan di rebus, dan tunggu beberapa menit hingga dia matang

8. Memberi bumbu akhir
Selanjutnya masukkan bumbu untuk menambah rasa supaya cah kangkung telur burung puyuh menjadi lebih enak dan lezat. 


C. Cara penyajian.

Sesudah masakan matang matikan kompor dan siapkan piring untuk menyajikan makanan. Tuang cah kangkung telur burung puyuh yang telah kita masak ke dalam piring pleting. Susun makanan dengan rapih agar hasilnya terlihat bagus. 

Merawat Kangkung Merawat Bumi : Sebuah Refleksi Iman Katolik

Kangkung merupakan salah satu sayuran favorit saya karena dulu mama saya sangat suka memberi saya masakan sayur kangkung dan juga cara mengolah sayur kangkung itu sangat mudah dan bisa banyak variasinya. Kebetulan saya sangat suka dengan kangkung pedas manis karena menurut saya rasanya sangat cocok jika di masak dengan kangkung. Dengan menanam kangkung ini saya berharap saya bisa memakan hasil panen kangkung saya sendiri yang telah saya rawat dengan sepenuh hati mulai dari ia masih bibit sampai saat ini sudah menumbuhkan barang dan daun yang lumayan banyak. Dari proyek ini juga saya belajar untuk menghargai ciptaan Tuhan dengan cara saya rawatnya dengan baik, sungguh-sungguh dan dengan bertanggung jawab. 










 


Hari pertama saat mau memulai menanam saya memiliki perasaan yang sangat senang dan bahagia karena saya bisa mulai menanam tanaman di tahun 2026 awal ini. Saat mau memulai yang pertama tama saya sudah pasti menyiapkan alat dan bahannya. Tanah yang saya gunakan sudah pasti subur dan biji yang saya gunakan juga bagus. Tanah yang saya gunakan adalah tanah lembang dengan campuran pupuk kompos dan sekam bakar. Saya menanamnya bersama dengan teman teman kelas 9.3. Pada hari ke 3 dan 4 sudah mulai ada tunas baru yang tumbuh.

 




 




 






Perasaan saya saat tunas itu tumbuh adalah sangat senang. Mulai dari tunas itu tumbuh saya mulai melaksanakan rutinutas saya seperti memeberi pupuk rutin 2x seminggu dan menyiramnya setiap hari, tidaklupa untuk menjemurnya. Nah pada hari ke 7 tanaman saya sudah memunculkan daun dan juga batang yang lumayan tinggi sedikit. Jika tanaman mau tumbuh maka merawatnya juga harus rajin supaya hasilnya maximal. 

 






Pelajaran hidup yang bisa di ambil dari menanam kangkung adalah kesabaran saat menanam. Saat menanam kita harus bersabar sembari munggu proses kangkung bertumbuh mulai dari biji, tunas kecil dan tanaman besar. Kedua komitmen saat merawat dan menjaga tanaman kangkung. Seperti rajin menyiram tanaman dan rajin memberikan sinar matahari pada tanaman kita. Lalu hubungan timbal balik antara tumbuhan dan manusia. Kita sebagai manusia membutuhkan makanan untuk memenuhi gizi dan bertahan hidup. Jadi kita harus merawat tanaman sebaik mungkin agar kita bisa memakannya.





 




Pada kitab suci pada kitab Kejadian 1 : 12 " Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dan melihat bahwa itu baik." Tanaman kangkung yang kita tanam ini merupakan anugrah dan penciptaan dari Allah yang berguna untuk saya. Pada ayat Markus 4 : 27 "Lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu." Proses pertumbuhan kangkung membutuhkan kesabaran yang sangat besar. Walaupun tanaman kangkung cepat tumbuh tapi dia juga cepat mati dan layu jika tidak dirawat dengan baik. Selain kesabaran saya juga harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam proses pertumbuhan kangkung.

 











Proyek penanaman kangkung ini mengajarkan saya untuk bersyukur atas berkat dan rahmat yang telah di berikan oleh Tuhan kepaada saya melalui tanaman kangkung ini, saya juga mengerti banyak hal dari menanam kangkung ini. Hal kecil bisa menjadi besar jika kita menjalani prosesnya dengan baik. Dari tanaman kangkung ini saya belajar akan hal kecil yang tidak boleh di remehkan begitu saja. Saya juga bisa mengerti proses pertumbuhan tanaman kangkung yang tidak mudah harus ada banyak pengorbanam waktu dan tenaga. 









Allah Bapa yang mahabaik, sebagai sumber harapan dan kehidupan  semua puji dan syukur saya ucapkan hanya kepadamu. Terima kasih atas segala penyertaan dan perlindunganmu terhadap tanaman kangkung saya sehinga smpai saat ini ia masih memiliki kesempatan untuk hidup.